Pilihan Wisata Rohani untuk Umat Katolik di Jogja

Kota Jogja sejak dulu menjadi salah satu kota terfavorit yang wajib dikunjungi jika ke Indonesia .Jogja menawarkan berbagai jenis wisata, mulai dari wisata alam, edukasi, kuliner, hingga religi. Bagi kamu yang beragama Katolik dan sedang di Jogja, mungkin kamu berkeinginan utuk melakukan wisata rohani sekaligus berziarah?. Nah dibeberapa tempat di Jogja, kamu bisa menemukan tempat-tempat yang cocok untuk berwisata rohani, penasaran dimana saja? Berikut penulis rangkum beberapa tempat untuk berwisata rohani bagi umat Katolik di Jogja:

Goa Maria Tritis

Goa Maria Tritis  berada kurang lebih 60 kilometer dari kota Jogja, tepatnya di Jalan Sapto Sari,  Giring, Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya berada di bawah Paroki Wonosari.  Di Goa ini para pengunjug dapat merasaka sensasi berdoa di suasana alam dan keheningan.

pxhere.com

Dalam sejarahnya goa ini diawali dengan kisah Paroki Wonosari yang dipimpin oleh Rm Arcadius Donyawahjana SJ. Keduanya bertugas dari tahun 1963 hingga 1973 dan bersahabat dengan tokoh Agama Buddha, yang bernama S. Hadisumarta. Keduanya sering berkunjung ke makam Ki Ageng Giring, dan goa untuk melakukan meditasi.

Pada tahun 1974, Menjelang perayaan Natal, pastor Proki R, Al. Hardjaasudarma SJ mendengar cerita dari seorang anak SD tentang keindahan goa. Setelah kejadian itu, tercetuslah  ide agar umat Katolik berdoa bersama di sana. Selanjutnya, pada tahun 1977 , Goa Tritis resmi dibuka dan diberkati oleh Rm Siegfried Zagnweh SJ , yaitu seorang pastor Paroki Wonosari.

Di dalam goa ini terdapat patung Bunda Maria yang terbuat dari batu putih. Sedangkan nama Tritis diberikan karena ada tetesan air melalui stalaktis di bagian atas goa. Goa ini sangat cocok untuk berwisata religi terutama untuk umat Katolik, meskipun juga banyak pengunjung dari umat agama yang lain. Di goa ini pengunjung akan merasakan suasana berdoa yang tenang, khusyuk, ditambah dengan pemandangan alam yang indah.

pxhere.com

Sendangsono

Sendangsosno berada di Dusun Semagung, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Prog, tepatnya di dalam dekapan Bukit Menoreh. Tempat uni dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, yang berada di barat laut Yogyakarta. Tempat ini ramai dikunjungi karena memiliki mata air yang berasal dari pohon sono. Konon mata air ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit bagi siapa saja yang meminumnya. Kepercayaan lain yang terkenal dari tempat ini adalah legenda bahwa Sendangsono dihuni oleh Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, yaitu Den Baguse Samija.

Sendangsono resmi dibuka sebagai tempat ibadah dan penziarahan pada tangga 8 Desember 1929  oleh Romo JB Prennthaler SJ. Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak tahun 1974 oleh sumbangan umat, Budayawan dan rohaniwan YB Mangunwijaya yang memberikan sentuhan arsitektur. Konsep pembangunan dari kompleks Sendangsono bernuansa Jawa. Selain itu kompleks ini juga sangat ramah lingkungan dan terlihat alami karena menggunakan bahan bangunan yang memanfaatkan hasil alam.

Sendangsono menjadi alternatif terbaik untuk melakukan ziarah karena di tempat terletak di Perbukitan Menoreh sehingga sangat sejuk serta alami. Di kawasan ini juga terdapat gemericik air sungai yang mengalir. Di tempat ini kamu juga bisa mengenang perjuangan katekis pertama di tempat ini, yaitu Barnabas Sarikromo. Selain itu , kamu juga dapat menikmati indahnya arsitektur oleh Romo Mangun, yang mendapatkan penghargaan arsitektur terbaik dari Ikatan Arsitek Indonesia,  kategori kelompok bangunan khusus, pada tahun 1991.

pxhere.com

Goa Maria Lawangsih

Goa Maria Lawangsih berlokasi di Dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Kata Lawang yang diberikan pada goa ini merupakan dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti pintu, gapura, atau gerbang. Sementara kata sih (asih) dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti kasih sayang, cinta, berkat, rahmat. Secara keseluruhan nama yang diberikan pada Goa Maria Lawangsih menunjuk pada makna bahwa Bunda Maria merupakan gerbang surga dan pintu berkat.

Goa ini berkukuran cukup besar dan luas, serta merupakan goa alami bukan bentukan tangan manusia. Di dalam goa terdapat sungai kecil yang mengalir dan ornament goa, seperti seperti stalagtit dan stalagmite. Fasilitas yang disediakan di tempat ini meliputi , tempat berdoa di dalam goa, tempat berdoa di luar goa, rute jalan salib, air suci, tempat beristirahat, kamar mandi, parker, dan warung

Goa Maria Lawangsih juga menjadi pilihan wisata rohani selanjutya yang tidak kalah indahnya. Lokasi dari goa ini masih berada di Perbukitan Menoreh dan jauh dari kota Jogja, sehingga menjadikan suasana yang hening dan sejuk, cocok untuk berdoa. Disini kamu juga bisa mendengarkan suara tetesan air dari stlagtit yang membuat perasaan menjadi lebih tenang sembari berdoa.

Nah itu di atas merupakan destinasi wisata rohani bagi kamu yang beragama Katolik di Jogja. Semoga bisa dijadikan referensi bagi Kamu yang beragama Katolik yang ingin berkunjung ke Jogja untuk berwisata rohani selain itu juga ada banyak paket wisata Jogja. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Selamat berwisata.

 

 

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *