Penyebab dan Gejala Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout terjadi karena kadar dari uric acid itu sendiri yang berlebih di dalam tubuh. Masalah kesehatan yang satu ini bisa dibilang cukup banyak di masyarakat, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Namun ada juga beberapa orang yang lebih muda yang menderita penyakit ini. Cara mengobatinya tentu dengan menurunkan level dari senyawa tersebut agar tidak melebihi batas normalnya yaitu 250 – 750 mg per 24 jam. Selain itu ada beberapa cara untuk mengendalikan kadar senyawa ini agar tidak menimbulkan masalah. Berikut adalah ulasan lebih lengkapnya.

www.pexels.com

Penyebab Penyakit Gout

Konsumsi zat purin yang berlebihan menjadi awal dari penyakit ini. Zat purin yang diperoleh dari makanan akan diproses dalam metabolisme dan diubah menjadi uric acid. Uric yang berarti urine dan acid adalah asam. Apabila kadar senyawa tersebut berlebih, maka dampaknya ada pada organ ginjal yang tidak bisa mengeluarkannya dan membuat kristal atau endapan. Endapan tersebut dapat menumpuk di persendian, maka seseorang yang kadar uric acid terlalu tinggi akan merasakan nyeri pada persendian, bengkak, hingga radang.

Purin sendiri merupakan senyawa yang terdapat di semua mahluk hidup. Di dalam tubuh manusia sudah ada purin. Salah satunya adalah senyawa purin yang dihasilkan dari perusakan sel-sel tubuh. Seseorang di usia lanjut pun akan mudah terkena penyakit gout karena memang sudah terjadi penumpukan dari senyawa purin ini. Purin bisa ditemukan pada makanan, tidak hanya hewani saja tetapi sayur-sayuran dan buah-buahan.

www.pexels.com

Tahap Penyakit Gout Menyerang Tubuh

Purin yang masuk dalam jumlah berlebih akan membuat ginjal kesulitan untuk mengolah dan mengeluarkannya. Purin yang diubah menjadi zat asam ini seharusnya dibuang bersama dengan air seni atau urine. Namun karena jumlahnya yang banyak, membuat kondisi uric acid atau air seni yang bersifat asam. Zat buang tersebut menjadi pekat dan bisa menghasilkan endapan asam. Endapan inilah yang menjadi penyebab seseorang merasakan penyakit gout. Pada tahap pertama memang seringkali tidak terlalu dirasakan. Beberapa orang akan sadar mengalami gejala penyakit ini setelah terkena batu ginjal.

Kadar asam yang satu ini jika berlebih akan ditransfer melalui aliran darah ke organ-organ tubuh. Biasanya organ tubuh tersebut menjadi tempat endapan yang kemudian berubah menjadi kristal-kristal urat, seperti pada jari-jari kaki dan di persendian. Pada tahap kedua ini seseorang sudah bisa merasakan gejalanya. Sendi yang terasa sakit dengan frekuensi yang lebih sering. Rasa sakit pada persendian tersebut akan hilang dengan sendiri dalam beberapa hari.

Kristal-kristal urat yang tidak kunjung hilang dapat menyerang tidak hanya satu sendi saja. Tahap selanjutnya dari penyakit gout ini terjadi setelah kristal-kristal urat sudah mengendap di bawah kulit. Kristal asam yang tadinya hanya di sendi saja, kini menggumpal di area bawah kulit. Kondisi tersebut tentu saja tidak hanya membuat penderita merasakan sakit sendi, tetapi rasa nyeri yang terasa lebih parah. Keadaan ini bisa membuat tulang-tulang rawan menjadi rusak. Penderita penyakit gout ini jarang mencapai tahapan ketiga, kebanyakan pasien sudah memperoleh penangan yang baik saat gejalanya di tahap kedua.

www.pexels.com

Faktor yang Meningkatkan Risiko Goat

Penyakit karena level acid yang berlebih ini juga bisa muncul karena beberapa faktor berikut.

  1. Usia

Semakin tua, fungsi dan kerja organ tubuh memang menurun. Banyak penderita penyakit ini yang merupakan orang-orang dengan usia lanjut. Selain faktor usia, jenis kelamin juga memiliki faktor risiko dengan laki-laki yang lebih berisiko dibandingkan dengan perempuan.

  1. Berat badan berlebih

Semua yang berlebihan memang tidak bagus, termasuk berat badan. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih bisa lebih malas untuk bergerak. Hal tersebut tentu memiliki efek buruk untuk tubuh dan kesehatan. Memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit gout ini.

  1. Riwayat keluarga

Faktor keturunan atau riwayat keluarga juga bisa membuat seseorang memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, sebaiknya lakukan pencegahan dini dan selalu hidup sehat.

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat yang menyebabkan menumpuknya purin dalam tubuh. Seperti jenis obat aspirin, obat kemoterapi, obat cyclosporine, dan obat diuretik. Jenis-jenis obat tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit gout. Jenis obat tersebut memang memiliki efek tertentu, berbeda dengan obat herbal yang lebih aman dari efek samping. Seperti obat-obatan dari produk NASA yang merupakan obat herbal dengan berbagai manfaat untuk menyembuhkan penyakit.

www.pexels.com

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Penyebab dari penyakit ini adalah dari purin yang kebanyakan diperoleh dari makanan. Maka dari itu untuk mencegah penyakit ini lebih parah, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena mengandung purin yang cukup tinggi.

  1. Jeroan

Bagi beberapa masyarakat di Indonesia, jeroan adalah makanan yang lezat untuk lauk nasi. Namun jenis makanan ini tinggi purin sehingga tidak bagus bagi pasien penyakit gout. Aneka olahan jeroan, mulai dari hati, limpa, paru-paru, otak, ginjal, usus, hingga babat sebaiknya dihindari.

  1. Makanan laut

Ada beberapa jenis seafood atau makanan laut yang menjadi pantangan untuk pasien penyakit gout. Olahan makanan dari udang, cumi-cumi, kerang, gurita, sotong, tiram, remis, ikan teri, dan termasuk juga ikan sarden adalah beberapa yang tidak bagus untuk pasien gout.

  1. Makanan kaleng

Jenis makanan kaleng yang cukup tinggi purin antara lain adalah kornet sapi, ikan sarden, daging sapi kaleng, hingga daging babi. Makanan tersebut dapat meningkatkan kadar asam pada tubuh.

  1. Kacang-kacangan

Mengonsumsi kacang-kacangan memang tidak dilarang, namun untuk menjaga agar tidak ada masalah yang lebih parah sebaiknya konsumsi kacang-kacangan dapat dikurangi. Termasuk olahan makanan dari kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, oncom, tauco, dan susu kedele. Kacang tanah, kacang hijau, melinjo, dan tauge juga sebaiknya dikurangi.

  1. Beberapa sayuran

Sayur memang bagus untuk kesehatan, hanya saja untuk yang memiliki masalah dengan kristal urat sebaiknya pilih dengan cermat sayur yang dikonsumsi. Hindari sayur tinggi purin seperti kembang kol, jamur kuping, daun singkong, kangkung, asparagus, kembang kol, bayam, dan daun pepaya.

  1. Ekstra daging

Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan ekstra daging seperti abon dan dendeng. Lezat namun jenis makanan tersebut sebaiknya dihindari bagi yang memiliki penyakit gout.

  1. Buah-buah tertentu

Buah adalah sumber pangan yang kaya gizi dan menyehatkan, hanya saja untuk buah dengan bau yang tajam seringkali menjadi pantangan untuk orang sakit. Seperti buah durian dan nanas yang sebaiknya tidak dikonsumsi, apabila memiliki masalah dengan kristal urat.

  1. Makanan dengan minyak tinggi

Ada dua jenis lemak yang jenuh dan tidak jenuh. Bagi yang sedang menstabilkan level asam dalam tubuh, disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Mulai dari makanan yang digoreng, makanan dengan santan, dan makanan yang dimasak menggunakan bahan margarin atau mentega.

www.pexels.com

Gejala Penyakit Gout

Ada beberapa tanda atau gejala yang mengindikasikan penyakit gout. Tubuh yang memiliki masalah dengan kristal urat ini akan mengalami beberapa rasa sakit seperti berikut.

  1. Nyeri dan sakit sendi

Gejala yang paling umum dan banyak dirasakan adalah rasa nyeri dan sakit di bagian sendi. Hal tersebut terjadi karena kristal urat yang mengendap di bagian persendian. Rasa nyeri untuk yang tidak parah akan hilang dalam waktu beberapa hari. Namun ada juga yang harus menggunakan obat untuk meredakan rasa nyeri tersebut.

  1. Kesemutan

Kebas atau kesemutan merupakan salah satu gejala dari penyakit gout. Mati rasa pada beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan dapat terjadi jika tubuh mengalami masalah dengan kristal urat.

  1. Pembengkakan sendi

Sendi merupakan bagian tubuh yang paling sering merasakan efek dari tingginya kristal urat dalam tubuh. Jika mengonsumsi purin terlalu banyak, hal tersebut dapat membuat tubuh mengalami masalah yang menyebabkan sendi terasa sakit. Pada kondisi yang lebih parah, sendi dapat mengalami pembengkakan karena terjadinya peradangan di area sendi. Bagian tubuh tersebut memiliki peran yang sangat penting untuk gerak. Saat sendi mengalami pembengkakan, mungkin akan terjadi beberapa masalah lain.

  1. Sulit untuk bergerak

Sendi akan merasakan sakit seperti pegal, linu, dan nyeri. Kondisi tersebut akan membuat tubuh juga sulit untuk bergerak karena sendi yang sakit. Gejala dari penyakit gout ini tidak bisa dibiarkan untuk sembuh sendiri. Penanganan yang paling tepat adalah segera menghubungi petugas medis untuk mendapat pengobatan.

Cek Kesehatan untuk Mendeteksi Penyakit Gout

Penyakit gout seringkali tidak disadari gejalanya karena hampir sama seperti gejala penyakit ringan. Untuk mendeteksi lebih awal, tidak ada salahnya melakukan pengecekan terhadap uric acid di dalam tubuh dengan tes berikut.

  1. Tes cairan sendi

Apabila Anda merasa sakit di bagian sendi, bisa saja menjadi gejala penyakit gout. Untuk memastikannya, Anda bisa meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan dengan tes cairan sendi. Cairan sendi diambil dengan menggunakan jarum suntik untuk kemudian di tes di laboratorium. Apabila hasilnya menemukan kristal urat, berarti ada masalah dengan penyakit gout.

  1. Tes darah

Darah memang menjadi cairan paling penting untuk tubuh. Melalui darah juga, seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Bagi yang ingin tahu apakah ada penyakit gout atau tidak, dapat melakukan tes darah untuk mengetahui kadar asam dalam tubuh.

  1. Tes urin

Zat kimia yang ada di dalam cairan urine sangat membantu petugas medis untuk mendiagnosis seorang pasien. Salah satunya adalah penderita penyakit gout. Jika uric acid dalam cairan urine melebihi batas normal, maka kemungkinan tubuh mengalami masalah penyakit gout.

  1. Rontgen

Sinar X dapat digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, khususnya untuk peradangan yang mungkin terjadi di bagian sendi. Cara ini dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit gout seseorang.

  1. CT Scan

Pemeriksaan dengan CT Scan merupakan tindakan paling efektif untuk mendeteksi tumpukan kristal urat yang mungkin sama sekali tidak dirasakan gejalanya.

Alternatif Pengobatan untuk Penyakit Gout

Pengobatan yang dilakukan tidak untuk menghilangkan hanya untuk meringankan gejala penyakit gout. Mengendalikan konsumsi purin adalah cara terbaik untuk mengobati penyakit ini. Namun untuk mengurangi gejala yang muncul bisa menggunakan obat jenis berikut.

  1. NSAID

Obat jenis non steroid anti-inflammatory dapat digunakan untuk mengobati gejala yang muncul secara mendadak dan parah. Contoh dari jenis obat ini antara lain adalah ibuprofen, diclofenac, naproxen, dan etoricoxib.

  1. Steroid

Steroid bisa digunakan untuk obat mengatasi gejala penyakit gout selain NSAID. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk obat oral dan obat suntik. Jenis obat ini bisa ditemukan pada prednisone dan methylprednisone.

  1. Colchicines

Jenis obat yang satu ini umumnya dianjurkan dokter apabila NSAID tidak cocok untuk pasien penyakit gout. Namun untuk beberapa orang, obat jenis colchicines ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.

  1. Jenis obat lain

Penyakit gout bisa diatasi gejalanya dengan jenis obat seperti allopurinol, febuxostat, dan probenesid. Apabila ingin menggunakan obat herbal alternatif, produk NASA seperti Herbathus dapat meringankan dan mengobati penyakit gout. Produk tersebut sudah memiliki nomor registrasi resmi dari POM sehingga aman untuk dikonsumsi. Menggunakan bahan-bahan alami pilihan menjadikan produknya lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Tips Tambahan bagi Penderita Penyakit Gout

Kesehatan adalah hal penting yang sudah seharusnya selalu diperhatikan. Bagi yang sedang mengalami masalah kesehatan, seperti penyakit gout sebaiknya lakukan beberapa hal dan tips berikut.

  1. Mengatur pola makan yang baik

Makanan adalah sumber penting yang juga berpengaruh banyak bagi penderita penyakit gout. Atur pola makan dengan baik yaitu dengan menghindari makanan yang menjadi pantangan. Seperti makanan yang memiliki kandungan purin tinggi sebaiknya dihindari. Lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi potasium, misalnya kentang, tomat, pisang, dan yogurt. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks dan jika bisa atur asupan gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Perbaiki pola makan dan porsinya sesuai kondisi dan aktivitas tubuh.

  1. Mengonsumsi air putih yang cukup

Air putih merupakan yang paling mudah dan sederhana untuk mengembalikan kondisi tubuh yang bermasalah. Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi karena akan mengganggu metabolisme tubuh. Usahakan untuk selalu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Air putih ini memiliki banyak manfaat untuk membersihkan tubuh dan untuk membantu memperlancar pencernaan. Perbanyak air putih dapat membantu tubuh membuang purin yang berlebih. Tidak hanya untuk penderita penyakit gout saja, mengonsumsi air putih minimal 1,5 liter per hari adalah kebiasaan sehat yang sudah seharusnya diterapkan oleh semua orang.

  1. Melakukan olahraga secara rutin

Aktivitas tubuh memiliki pengaruh terhadap kesehatan seseorang. Bagi orang yang bermalas-malasan akan memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lebih aktif. Melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga merupakan kebiasaan baik yang dapat membantu pasien penyakit gout untuk sembuh. Olahraga rutin akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membuat badan lebih bugar. Jadi gejala penyakit gout seperti nyeri dan linu bisa diminimalkan agar tidak kambuh di kemudian hari. Melakukan peregangan di bagian yang sering sakit, seperti tungkai dan pergelangan kaki bisa dilakukan untuk mengatasi gejala penyakit ini. Peregangan yang dilakukan sebaiknya yang ringan untuk menjaga suhu di area persendian tidak terlalu panas.

Itulah beberapa ulasan mengenai penyakit gout atau yang di masyarakat lebih dikenal sebagai penyakit asam urat. Jenis penyakit ini memang tidak dapat disembuhkan, kecuali dengan mengontrol kadar senyawa tersebut agar tetap di batas normal.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *