Tata Cara Aqiqah Anak

Anak merupakan titipan yang Allah berikan kepada manusia untuk menjaga, mendidik, dan mengajarinya tentang islam agar islam tak terputus hingga hari kiamata tiba. Ketika anak lahir jangan untuk dibacakan doa kelahiran anak agar anak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan taat kepada agama islam. Pastinya anak yang akan lahir merupakan sebuah anugerah yang Allah berikan kepada orang tua. Karena ada juga yang telah lama menikah namun lama juga tak dikaruniai buah hati. Dan tujuan Allah menciptakan manusia yaitu untuk menyembah kepada-Nya taat terhadap apa yang diperintahkan-Nya. Ketika anak terlahir tentunya sebagai orang tua akan merasakan rasa bahagia dan syukur atas lahirnya buah hati anda. Sebagai ganti rasa syukur dan ganti lahirnya anak maka Allah menyuruh manusia untuk menyembelih hewan sembelihan yaitu kambing. Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh samurah bin jundub, ia berkata: rasulullah bersabda “semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur, dan diberi nama” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad). Berikut ini ketentuan aqiqah anak menurut islam.

Ketentuan aqiqah anak

  1. Aqiqah dilaksanakan ketika hari ke 7, 14, dan ke 21 setelah kelahiran anak. Hal ini ada dalam hadist dari abu Hurairah r.a, ia berkata “aqiqah itu disembelih pada hari ke tujuh, ke empat belas, atau ke dua puluh satunya” (HR. Baihaqi dan thabrani)
  2. Jumlah hewan yang disembelih. Untuk jumlahnya memang berbeda-beda antara laki-laki dan perempuan. Dalam islam jika anak lahir anak laki-laki maka jumlah hewan yang disembelih yaitu sebanyak dua ekor kambing, sedangkan untuk bayi yang lahir perempuan yaitu satu ekor kambing saja. Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadist dari Amr bin syuaib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda “barangsisapa di antara kalian yang ingin menyembelih karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk bayi perempuan seekor kambing saja” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad).
  3. Hewan aqiqah anak. Hewan yang digunakan untuk aqiqah yaitu hewan kambing atau juga domba boleh jantan boleh kambing betina untuk disembelih sebagai hewan untuk aqiqah anak. Dalam hadist juga dijelaskan dari Aisyah r.a. berkata “Nabi Muhammad SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan dan anak perempuan satu ekor” (shahih riwayat at Tirmidzi).
  4. Cukur rambut bayi, ketika melakukan aqiqah pada bayi yang berumur 7 hari, atau 14 hari, atau 21 hari maka hendaklah mencukur rambut bayi tersebut kemudian berilah nama yang bagus untuk bayi anda. Di Indonesia sendiri memang sudah menjadi adat hingga sekarang meskipun tidak menyembelih hewan aqiqah anak namun ketika diberi nama maka rambut bayi akan dicukur hingga habis.

Demikian ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan aqiqah anak. Kemudian setelah anda mengetahui ketentuan tersebut, anda musti mempelajari jenis hewan apa dan syarat hewan yang bisa digunakan untuk aqiqah anak seperti apa. Berikut ini jenis dam syarat hewan yang bisa digunakan untuk aqiqah anak.

www.pexels.com

Jenis Hewan Dan Syarat Hewan Aqiqah

  1. Hewan yang bisa digunakan untuk aqiqah yaitu hewan yang berjenis mamalia seperti kambing, biri-biri dan domba. Untuk di Indonesia memang menggunakan kambing sebagai hewan yang digunakan untuk aqiqah bayi yang baru lahir baik anak laki-laki maupun perempuan.
  2. Sedangkan untuk jenis kelamin hewan yang digunakan untuk aqiqah memang tidak ada ketentuan, yaitu boleh jantan maupun betina. Hanya saja kalau hewan yang betina tidak boleh yang sedang mengandung karena akan mematikan nyawa yang ada dalam kandungan hewan tersebut. Jadi meskipun jantan atau betina tidak ada masalah. Hal ini berdasarkan hadist Nabi dari ummu kurz berkata “…tidak mudharat bagi kamu apakah kambing laki-laki atau kambing perempua…”
  3. Untuk umur kambing yang digunakan untuk aqiqah yaitu untuk jenis hewan domba dan juga biri-biri yaitu sekitar umur satu tahunan, sedangkan untuk kambing yaitu yang sudah berumur 2 tahun lebih. Pilihlah hewan yang sehat dan tidak cacat atau sakit. Karena hewan sakit dagingnya akan berbahaya ketika dikonsumsi.

Setelah anda mengetahui jenis dan syarat apa saja yang digunakan untuk aqiqah anak, tentunya anda penasaran kan bagaimana awal mula adanya aqiqah dan sejarahnya aqiqah seperti apa. Berikut ini sejarah adanya aqiqah.

Sejarah aqiqah

  1. Sejarah aqiqah sebelum islam

Memang aqiqah anak telah lama ada yaitu sebelum islam ada. Namun cara pelaksanaannya berbeda dengan aqiqah dalam islam. Sejarah aqiqah pada zaman nabi Muhammad yang pertama kali dilakukan yaitu ketika cucu nabi Muhammad lakir yaitu hasan dan husain. Kemudian diikuti oleh para sahabat nabi dan pengikut nabi hingga sekarang ini. sedangkan pada zama sebelum islam datang memang ketika anaknya lahir memotong kambing dan mencukur rambut bayi kemudian darah dari semeblihan tersebut digunakan untuk melumuri kepala bayi. Kemudian islam datang dengan menyempurnakan yaitu tidak lagi melumuri kepala bayi dengan darah. Dalam hadist berkata “dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang di antara kami mempunyai anak, ia akan menyembelih kambing itu. Maka, setelah Allah medatangkan islam, kami menyembelih kambing, mencukur, dan melumurinya dengan minyak wangi” (HR. Abu Dwud juz 3 hal 107 no. 2843 dari Burairah).

www.pexels.com

  1. Sejarah aqiqah zaman nabi Muhammad SAW

Pada zaman nabi Muhammad pertama kali dilaksanakan aqiqah anak yaitu ketika lahirnya cucu nabi yang bernama hasan dan husain. Dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW melaksanakan aqiqah untuk hasan bin Ali bin Abi Thalib  dan Husain bin Ali bin Abi Thalib masing-masing dengan satu ekor kambing. dalam hadist yang diriwayatkan HR Abu Daud no. 2841. Sedangkan dalam riwayat lain yang diriyawatkan oleh ibnu abbas yaitu “Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam pernah mengakikahi Al hasan dan Al Husain dengan masing-masing dua ekor domba” (HR. An Nasa’i no. 4219).

Namun yang shahih yaitu memotong kambing sebanyak 2 ekor untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. kemudian contoh aqiqah anak yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Tersebut ditiru oleh umatnya diteruskan oleh sahabat, lalu tabiin, tabiat tabiin atau generasi setalah tabiin dan generasi hingga sekarang ini.

Demikian ulasan mengenai aqiqah anak mulai dari tata cara melakukan aqiqah, syarat, dan juga sejarah aqiqah mulai dari zaman pra islam hingga islam datang menyempurnakan aqiqah yang sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat jahiliyah. Semoga bermanfaat untuk anda yang belum mengerti tentang aqiqah. Setelah anda mengetahui bisa anda aplikasikan ketika anda memiliki buah hati.